28 November 2009

Ricuh Berebut Daging Kurban - Agenda Tahunan Masyarakat

Di Indonesia ketika tiba hari raya haji atau hari raya Idul Adha hampir setiap daerah pasti melakukan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Dan kini saat peradaban sudah semakin maju, agama Islam berkembang pesat, serta tingkat perekonomian sebagian masyarakat yang meningkat tentunya menjadi salah satu faktor meningkatnya kwantitas masyarakat yang menyembelih hewan kurban baik dilakukan di rumah-rumah maupun diserahkan ke masjid-masjid terdekat agar dapat dibagi-bagi secara merata kepada warga yang lebih membutuhkan.

Sungguh teladan yang baik dalam bersikap. Namun, ternyata perasaan miris muncul ketika kita melihat banyak masyarakat yang saling berebut daging dan saling berdesak-desakan yang kita ketahui dari televisi, internet, maupun media cetak. Ini benar-benar fakta yang sangat menyedihkan di balik agungnya suasana lebaran haji. Misalnya saja ricuh pembagian daging di di kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Jalan Arjuno hari yang meskipun tidak sampai menelan korban jiwa, tetapi pasti tidak sedikit wanita, orang tua, dan anak-anak yang terinjak-injak ribuan massa yang saling berebut. Begitu juga ricuh pembagian daging kurban di Masjid Agung Kauman Semarang. Anak-anak menangis karena didorong ribuan warga yang ingin mendapatkan daging kurban. Dan tentu masih banyak lagi peristiwa-peristiwa ricuh pembagian hewan kurban di berbagai tempat.

Melihat dari berbagai peristiwa di atas nampaknya Idul Adha memang menjadi ajang “perbaikan gizi” nasional oleh masyarakat menengah ke bawah dan kemungkinan besar sudah sangat dinanti-nantikan oleh mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah makan daging kecuali dengan mengharap welas asih orang yang lebih mampu melalui momentum seperti ini. Seperti yang saya kutip dari Kompas.com salah seorang pengantre bernama Imronah (45) berkata, "Saya rela jauh-jauh datang ke Semarang demi anak saya di rumah agar dapat menikmati daging kurban, mau beli tapi tidak punya uang," katanya. Ini merupakan bukti bahwa mereka (para orang tua) rela antre berlama-lama bahkan saling berdesak-desakan demi anak-anak mereka. Hal lain tentu saja karena kondisi perekonomian mereka yang kurang. Tragis dan menyedihkan!

Sepertinya peristiwa seperti ini sudah menjadi agenda tahunan di Indonesia. Meskipun berkali-kali terjadi dan terulang kembali agaknya sikap antisipasi panitia terasa kurang. Tentu saja tidak sepenuhnya salah panitia kurban karena sebetulnya mereka hendak berbuat baik. Namun, mugkin karena sistem pembagian yang kurang tepat memberi celah warga masyarakat untuk berdesak-desakan. Selain itu masyarakat sendiri bersikap seperti itu karena rasa takut tidak akan mendapat jatah daging. Bagaimanapun caranya mereka harus dapat walaud engan berebut. Mungkin sebaiknya panitia memikirkan cara lain agar hal seperti in tidak terulang di tahun-tahun berikutnya, misalnya dengan pembagian kupon serta pembagian dengan didistribusikan ke daerah warga misalnya ke kecamatan masing-masing, biar warga ini tidak tumplek-blek di satu tempat. Lebih baik sedikit repot dan mengeluarkan biaya tambahan daripada harus ada korban jiwa dan seolah-olah tidak memanusiawikan manusia.
Terakhir bagi kita yang bisa merasakan nikmatnya daging kurban, bahkan mendapat berlebih sampai eneg karena terlalu banyak hendaknya bersyukur bahwa kita masih bisa makan daging baik di saat lebaran maupun hari-hari biasa. Jangan kita serakah dengan meminta daging kurban padahal kita mampu, atau jika kita mempunya rizki yang berlebih kita bisa menjadikannya sebagai ladang untuk berbuat kebajikan kepada yang lebih membutuhkan.

Selamat Idul Adha…… ^_^

11 November 2009

Peraturan Oh Peraturan (UU No.2 Tahun 2009)

Beberapa waktu lalu saya sempat terlupa membawa STNK ke kampus. Saat berangkat sih tenang-tenang saja karena saya tidak tahu. Toh perlengkapan saya semua lengkap, mulai dari motor yang utuh, helm, SIM, dan STNK. Saya baru tahu STNK tersebut terlupa ketika hendak pulang dan akan mengambil motor di parkiran. Wooaaahhh... biasa tarik ulur dulu dengan pak penjaga parkir. Gara-gara itu saat pulang jadi was-was. Bagaimanapun saya kan orang yang taat peraturan lalu lintas. hehehe... (narsis mode on). Di bawah ini ada beberapa sanksi pelanggaran lalu lintas menurut UU No.2 tahun 2009:

1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 282).

4. Setiap pengendara sepeda motor yang tak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).

5.Setiap pengendara mobil yang tak dilengkapi kelayakan kendaraan seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).

6.Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

7.Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).

8.Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

9. Setiap pengendara yang tak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

10. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk di samping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).



Wah lumayan berat juga ya dendanya. Kalo tidak uang ya kurungan penjara. Apakah setiap kesalahan yang tidak bisa ditebus dengan uang harus mendapat sanksi kurungan penjara?? Tidak adakah alternatif lain?? Dan nampaknya peraturan ini juga tidak dilaksanakan dengan maksimal.Seandainya diterapkan dengan sungguh-sungguh mugkin sudah banyak yang kena denda atu masuk penjara. Faktanya masih ada tuh prosesi suap menyuap antara orang yang ditilang dengan pihak berwajib yang menilang. Ah.. ternyata....! Menyebalkan semua..!!

Tapis aya juga tidak membayangkan seandainya peraturan itu benar-benar diterapkan dan suatu ketika saya lupa membawa SIM atau STNK dan saya harus membayar denda, oh itu sungguh berat. (Dasar Egois!!) hehehe... entahlah... tidak bisakah peraturan ini ditata lagi menjadi lebih bijak tetapi dilaksanakan atau diterapkan dengan sungguh-sungguh. Peraturan oh peraturan...!!

04 November 2009

Gunung Penanggungan (lagi)

Penanggungan, 31 Oktober s.d 1 November 2009

Candi-candi di Gunung Penanggungan


Beberapa candi di bawah ini adalah candi yang saya temui ketika turun dari puncak Gunung Penanggungan melalui jalur Jolotundo. Sebenarnya menurut penelitian terdapat banyak candi dan tersebar di beberapa tempat di Gunung Penanggungan. Namun, tujuan saya saat itu adalah segera turun dan pulang, jadi saya tidak mencari candi-candi yang lain.

Candi Shinta





Candi Gentong



Candi Pure

Candi Putri


Candi/Petirtaan Jolotundo

30 September 2009

Pesona Gunung Lamongan


Foto-foto bisa dilihat di sini.

Bukan sebuah pendakian besar ke gunung yang ketinggiannya sampai beribu-ribu meter. Bukan juga ke gunung yang memiliki jalur sangat ekstrim. Hanya sekedar berjalan bersama kawan. Menyaksikan bumi yang berselimut awan. Dan Gunung Lamongan mempersembahkan keindahannya sebagai bukti kebesaran Sang Pencipta.


















Sabtu, 26 September 2009

Mendadak kami merencanakan perjalanan ini, tepatnya malam hari sebelumnya ketika ada SMS dari seorang teman di Probolinggo yang bersedia mengantar saya mendaki Gunung Lamongan. Lalu saya pun segera menghubungi teman-teman yang sekiranya bisa bergabung dan dapat diajak sekadar melepas penat di hijaunya tanah gunung. Menjelang sore saya dan tiga teman lain berangkat dari terminal Bungurasih, lalu bergabung dengan seorang teman dari Malang, dan tiga orang dari Probolinggo. Kami semua berkumpul di Pasar Klakah, Lumajang. Ya, Gunung Lamongan terletak di Lumajang, Jawa Timur. Jangan kira karena namanya G. Lamongan maka letaknya juga di Lamongan. Sampai sekarang saya masih belum mengerti menGapa gunung ini dinamai Gunung Lamongan, kenapa tidak Gunung Lumajang saja sesuai dengan tempatnya.

Meskipun saya pernah mendaki gunung ini sebelumnya, tapi saya mendapati situasi yang benar-benar berbeda. Kalau setahun yang lalu saya mendakinya hanya bertiga dan itu gadis semua kini saya mendaki berdelapan dengan tiga gadis dan lima lelaki. Rasanya jelas lebih ramai dan lebih tenang jikalau ada apa-apa. Selain itu ternyata ada juga rombongan lain yang ingin mendaki gunung ini, sekitar 40 orang. Tidak seperti tahun lalu yang sepi dan dihantam badai angin dan kabut.


















Singkat cerita setelah satu jam berjalan akhirnya kami tiba di pos Watu Gede. Kami tidak langsung mendirikan tenda, tetapi memilih duduk di atas batu besar tersebut, menikmati udara dingin yang bercampur angin, serta gemintang yang bergantungan di langit. Bulan separuh di arah Barat Daya juga nampak indah walau terkadang malu-malu dan bersembunyi di balik awan. Memang, lagi-lagi ada yang berbeda. Kali ini jalur yang kali lalui untuk ke tempat tersebut adalah jalur baru yang dibuat oleh Tunas Hijau. Kalau tidak salah jalur yang lama ditutup dan digalakkan penghijauan di sekitarnya. Malam itu sebagian dari kami tidur di dalam tenda, sedang sebagian lain memilih tidur di luar.



Minggu, 27 September 2009

Pukul empat pagi kami mulai berjalan lagi dengan tujuan puncak. Hanya berenam, sedang yang du memilih tinggal di tenda. Kondisi saya saat itu sedang kurang fit, sempat mual di awal hingga tiba di medan sebelum hutan basah. Memang jalurnya lumayan berat, yaitu tanah longsoran berupa pasir dan batuan lepas. Baru kemudian masuk hutan dan akhirnya tiba di puncak.















Setelah 2,5 jam akhirnya kai tiba di puncak. Rupanya rekor waktu saya meningkat setengah jam. Pada pendakian pertama ke gunung ini saya menempuh 3 jam untuk dapat tiba di puncak. Sudah agak siang, sekitar pukul 06.30 pagi. Cuacanya cerah sekali. Benar-benar saya menyaksikan negeri di atas awan. Indah. Fantastik. Langitnya biru, bumi terlihat putih tertutup awan, gugusan gunung-gunung pun terlihat jelas. Kawah aktif gunung tersebut juga keren. tidak kalah dengan Gunung Gede di Jabar sana.
Saya hanya dapat berucap syukur kepada Tuhan yang sekali lagi mengijinkan saya menyaksikan kebesaran-Nya dari salah satu atap dunia. Terima kasih juga buat semua teman-teman seperjalanan. I LOVE YOU FULL.

Surabaya - Pasar Klakah (bus): Rp 18.000,-/ orang
pasar Klakah - base camp (mbah Citro- ojek : Rp 15.000,-/ orang

29 September 2009

Peninggalan Jambore Petualang Indonesia di Media


















Selasa, 4 Agustus 2009 | 21:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jambore Petualang Indonesia(JPI) 2009 yang digelar pada 8-9 Agustus 2009 di wilayah Perkemahan Ranca Upas, Ciwedey, Bandung yang akan dihadiri 1000 peserta baik dari dalam maupun luar negeri bakal meriah karena dihadiri tokoh petualang Indonesia, Herry Macan dan Kang Bongkeng.

Acara JPI kali ini terbilang tidak biasa karena sekaligus upaya kampanye melawan Global Development Village bersama LSM lingkungan seperti Green peace, The Nature Conservation, SIOUX (lembaga studi ular indonesia), dan World Wildlife Fund(WWF). "Jambore Petualangan Indonesia merupakan satu bentuk cermin kepedulian anak bangsa terhadap kondisi bumi dan tanah airnya."kata Aji Rahmat, Ketua JPI 2009 di Departemen Kehutanan pada Selasa(4/8).

Tema acara "Jambore Petualang Indonesia" sengaja dipilih karena wujud antusiasme yang besar dari para peserta yang merupakan penggiat kegiatan alam universal yang tergabung dalam komunitas online jejak petualang. "Acara ini akan menjadi ajang reuni penggemar acara petualang di televisi, sebab akan akan mempertemukan para peserta dengan host dari program petualangan dan petualang senior secara langsung." papar Aji.

Mengetengahkan 13 acara di alam terbuka ditemani para nara sumber yang qualified di bidangnya diharapkan mampu menarik minat para peserta. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan Fun Orienteering yang mendapat pengawasan langsung dari Badan Koodinasi survei dan Pemetaan Nasional(Bakorsutanal), bagi peminat fotografi akan didampingi fotografer profesional Roy Genggam.

Pengenalan habitat ular diarahkan para instruktur dari SIOUX, penulisan bertema alam bebas akan diarahkan oleh tim dari komunitas Penulis Pengelana.Selain itu acara sepeda gunung(Mountain Bike)akan berjalan bersama komunitas Bike to Work. Jelajah Survival akan ditemani EAST (Eiger Adventure Service Team).

Pada acara jelajah interpretasi hutan akan diajak membedah hutan di sekitar Ranca Upas oleh praktisi hutan dari Kehutanan Institut Pertanian Bogor(IPB). Program family camp juga akan terasa menyenangkan dengan mengajak keluarga mengenal rusa, kebun strawberry dan beragam permainan lainnya

Bagi mereka yang ingin mengenal keaneka ragaman tanaman obat para pakar dari Kehutanan IPB akan siap membantu. Selain itu terdapat acara "dugem" Duduk Gembira bersama tokoh senior petualang Indonesia dan "meet and greet" bersama host program petualang TV nasional. Beragam lomba menuju Hari Kemerdekaan RI ke-64 tanggal 17 Agustus turut dikemas dalam bentuk fun games.

Acara pun diakhiri dengan mengajak para peserta menanam 1000 bibit pohon eucalyptus di lahan yang disediakan PERHUTANI bersama para duta One Man One Three.

JIE yakin acara akan sukses dan jumlah peserta akan terus bertambah." Saya optimis acara akan sukses karena itu kami akan terus membuka pendaftaran sampai hari H. Kami yakin jumlah tempat yang kami sediakan cukup menampung seluruh peserta." imbuh Aji.

16 Agustus 2009

Persaudaraan FOREVER!

Seperti kata seorang teman:

"Setiap orang melakukan sesuatu pasti ada alasan. Setiap orang itu unik. Setiap orang punya hidup, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda-beda. Itu yang membentuk karakter dan sifatnya. Bukan hakmu untuk menilainya, tapi kewajibanmu untuk memahaminya."

Setiap orang punya alasan untuk tersenyum..
Setiap orang punya alasan untuk berbangga..
Setiap orang punya alasan untuk memerintah..
Setiap orang punya alasan untuk marah..

Kadangkala kita memang harus memahami orang lain atas cara berpikir dan bertindaknya yang lain dari cara kita berpikir dan bertindak. Sebuah masalah akan berbeda penyelesaiannya apabila dipandang dari sudut pandang yang berbeda pula. Sikap dan antisipasi setiap orang juga tergantung bagaimana pengalaman hidupnya. Bandingkan saja cara seorang ibu yang baru mempunyai bayi pertama dengan ibu yang telah memiliki bayi ketiga saat memandikan bayinya, saat meredakan bayi dari tangisnya, juga saat menggendongnya. Kebanyakan (tidak mutlak) ibu yang telah memiliki bayi ketiganyalah yang lebih sigap dan lebih tenang karena dia sudah tau apa yang akan dilakukannya berdasarkan ilmu yang didapat dari pengalamannya dulu. Ibu yang baru memiliki bayi pertama mungkin masih agak bingung, kaku, atau 'kagok' karena pengalamannya memang kurang. Apalagi kalau dia tidak pernah menjadi pengasuh bayi sebelumnya. Berarti mengurus bayi ini adalah permasalahan baru baginya. Kadang ia akan salah. Bukan maunya. Ia hanya belum tau. Ini proses pembelajaran baginya sebagai seorang ibu baru. Justru orang-orang di sekitarnyalah yang harus membimbingnya. Marah atau sebal karena dia berbuat salah itu wajar. Hanya saja cara-cara terbaik sebagai seorang manusia harus tetap dipilih. Ini proses pembelajaran!!!

Ya.. Kita manusia dengan perbedaan cara pikir. Kita manusia dengan perbedaan pengalaman. Adalah mulia bila kita saling bahu membahu dalam menyelesaikan sebuah masalah. Bukankah Tuhan itu memberi cobaan tidak lebih dari kemampuan hamba-Nya. Ada banyak cara untuk menang. Ada banyak mukjizat atas jawaban sebuah doa. Allah punya cara sendiri kok. ^_^ Trust me!!!
Hablumminannas..
Hablumminallah..
Hanya kepada sahabat kita saling berbagi. PERSAUDARAAN FOREVER!!

30 Juli 2009

Sri, Pengorbanan atau Kebodohan

Ini kisah nyata. Nama dan tempat disamarkan demi nama baik para pelaku.

Saya sudah lama mendengar cerita tentangnya. Tentang salah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang berazazkan Islam. Panggil saja Sri. Saya tahu banyak tentang dia dari seorang sahabat yang juga kuliah di sana, bahkan satu kamar asrama dengannya. Demi kepentingan cerita sebut saja nama sahabat saya Surti. Kemarin saat saya mengunjungi Surti di rumahnya ia banyak cerita tentang Sri. Memang sudah lama sekali cerita mengenai Sri tidak saya dengar. Terakhir saya masih ingat bahwa Sri sering sekali diam-diam keluar malam dengan pacarnya, sebut saja namanya Pras. Mereka pergi ke banyak tempat menghabiskan waktu-waktu bersama. Ke mall, ke taman, ke tempat wisata,dan ke banyak tempat lain di mana dua insan yang dimabuk cinta merasa nyaman. Dan Sri selalu menceritakan kebersamaannya dengan Pras kepada Surti dan enam orang teman sekamar di asrama tersebut. Memang mereka berdelapan sudah seperti saudara sejak setahun yang lalu.

Suatu hari Surti dkk kaget melihat Sri pulang dalam keadaan menangis. Wajahnya sampai terlihat pucat. Mata dan hidungnya berwarna merah. Sepertinya Sri benar-benar tertekan malam itu. Pasti karena suatu hal dan semua temannya sudah tahu itu pasti tentang Pras. Akhir-akhir ini mereka berdua sering bertengkar hebat. Masalahnya? Karena Pras tidak mau lepas dari Sri. Ia ingin memiliki Sri, sedangkan Sri sendiri sudah tidak mau dengannya. Yang teman-teman Sri tahu hanyalah karena Sri sudah punya pacar lain. Itu saja, tidak lebih.

"Sur, tolong Sri tolong!!" sebuah teriakan keras mengagetkan Surti. Setelah ditolehnya, ia baru tahu bahwa Sri yang tadi menangis kini sedang memegang pisau tajam yang siap mengiris kulit dan nadinya. Semua orang di kamar itu langsung mencegah Sri bunuh diri. Mereka berhasil. Sri selamat walaupun kulitnya sedikit terluka. Sri langsung pingsan di tempat. Surti yang dulunya aktif di PMR dengan sigap berusaha menyadarkan Sri, begitu juga teman-temannya yang lain juga berisaha membantunya.

"Emoh... jahat.. jahat...!" teriakan keras berulang-ulang keluar dari mulut Sri. Matanya tetap terpejam. Ia meronta sekuat tenaga. Kulit tubuhnya terasa sangat dingin. Teman-temannya sadar ia sedang kesurupan. Beruntung teman-teman Sri ini pandai soal agama. Dan Sri selalu kesurupan tiap malam lima hari berturut-turut. Bahkan hari terakhir ustad dari kampus tersebut yang menangani Sri karena teman-teman dan para pendamping mahasiswa baru sudah tak sanggup lagi menanganinya.

Teman-teman Sri sadar ada sesuatu permasalahan besar yang dialami Sri hingga ia nekat dan begitu tertekan. Setelah didesak barulah Sri mengaku. Itupun dengan tangis menanggung malu. Ternyata hubungannya dengan Pras sudah begitu parah. Kisah percintaan mereka yang melebihi batas memang sudah sering didengar teman-temannya. Namun ucapan Sri mengenai dirinya sudah sering berhubungan seksual dengan Pras tetap saja mengguncang teman-temannya. Mereka tidak menyangka bahwa Sri bisa rela menyerahkan kehormatannya untuk seseorang yang bukan suaminya. Dan yang membuat Sri lebih terpukul lagi adalah sikap Pras yang memberitahukan hubungan mereka kepada kedua orang tua Sri. Otomatis kedua orang tua yang malang itu marah besar.

Kini Sri sudah minggat dari rumah. Ia tidak mau dinikahkan dengan Pras. Ia benar-benar membenci Pras karena menurutnya alasan Sri mau memenuhi hasrat seksual Pras tidak lebih karena ingin menolong pras dari penyakit kangker otaknya, bukan karena cinta. Ya Pras mengaku sedang terapi untuk menyembuhkan kangker otaknya. Dia tidak boleh tertekan atau kebanyakan pikiran karena akan membuat sia-sia terapinya. Itulah alasan Sri. Dan sekarang Sri kecewa karena Pras telah sembuh tapi tidak pernah mengatakannya, juga karena sikap gegabahnya melaporkan perbuatan intim keduanya kepada orang tua Sri. Sri merasa hidupnya benar-benar hancur. Ia telah jauh dari pacarnya, keluarganya, juga Tuhannya.

Di manapun kamu Sri semoga kamu dapat kembali ke jalan yang benar. Allah Maha Pengampun atas segala dosa. Amin.

21 Juli 2009

Sahabat Komunitas

Wajar saja bila "gesekan" terjadi dalam suatu komunitas. Apalagi di sebuah komunitas besar yang telah memiliki "nama" dan telah dikenal masyarakat pemuda-pemudi dalam skala nasional, internasional mungkin. Tentu ada ratusan bahkan ribuan anggota yang tergabung dari berbagai suku, ras, kebudayaan, dan agama. Akan banyak otak yang saling diadu untuk menghidupkan komunitas, akan banyak hati saling terpaut di sela-sela pertemuan singkat dan cengkrama lewat dunia maya. Ya, komunitas ini tidak mungkin hidup melalui tatap muka langsung saja, tapi hidup dari internet, hubungan dunia maya. Wajar saja dengan banyaknya anggota yang tersebar di seluruh nusantara.

Dunia maya tidak sepenuhnya buruk. Dampak negatif atau positifnya tentu saja tergantung oleh masing-masing individu. Kalau berhati-hati dan bijak tidak menutup kemungkinan bisa menemukan pasangan hati juga beberapa teman dekat. Bahkan sahabat. Jika sembrono suka sruduk sana-sini bisa saja namanya tertulis di daftar blacklist komunitas. Tidak disukai, dijauhi, bahkan dilarang ikut berkegiatan.

Saya sudah bergabung selama hampir dua tahun di komunitas ini. Seperti yang saya katakan bahwa berhasil atau tidaknya hubungan sosial kita ya tergantung diri kita sendiri. Saya tidak tahu berhasil ataukah gugur di tengah jalan. Yang pasti dan selalu saya yakini bahwa saya berhasil menemukan teman-teman dekat. Beberapa di antaranya sangat dekat. Ya kami bahkan sangat bangga dengan persahabatan kami. Main bersama, internetan bersama, nongkrong bersama, dan berkegiatan bersama. Menyenangkan bukan?

Jalan memang tak selamanya mulus, langit tak selamanya biru, laut tak selamanya tenang. Begitu juga persahabatan kami. Mungkin ada yang salah dengan kami. Atau mungkin kami terlalu dekat. Rasa perih seolah memenuhi dada. Saya tidak tau bagaimana menceritakannya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa sungguh sangat menyakitkan bertengkar dan 'berjauhan' dengan sahabat yang kita cintai. Mungkin sejak saat ini saya harus belajar untuk sedikit menjaga jarak dengan mereka. Kucing yang sudah jinak pun masih bisa menggigit. Begitu pula sahabat.

14 Juli 2009

Aku untuk Mandalawangi
















Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu

aku datang kembali
ke dalam ribaanmu, dalam sepimu, dan dalam dinginmu
....
(Soe Hok Gie)


Bait pertama puisi Soe Hok Gie yang berjudul Mandalawangi-Pangrango di atas agaknya tepat jika saya bacakan di Mandalawangi. Gie telah menginspirasi saya untuk menjejakkan kaki di sana. Bersama kawan.. Bersama malam....

Seperti senja itu, Sabtu, 27 Juni 2009 ketika saya dengan dua orang teman berlari-lari kecil di setapak dari puncak Pangrango menuju Mandalawangi. Seperti anak kecil yang berlarian dan disuruh berebutan ice cream. Di antara bunga-bunga abadi kami melangkah, disambut sepoi angin yang telah merindukan tawa kami, tawa anak manusia yang mencintainya sepenuh hati. Di hamparan luas itu beberapa tenda telah berdiri. Di dalamnya mungkin beberapa manusia sedang bercengkerama, tertawa, bahkan saling bercerita bagaimana hutan Pangrango yang gelap, melelahkan, namun seolah memberi kenyamanan bagi siapa yang melaluinya dengan rendah hati. Aku datang Mandalawangi, aku datang dengan cinta. Dan kau sambut aku dengan senyum paling indah. Walau hanya 15 menit aku di sana tuk menemuimu, tapi ku tahu aku tlah jatuh cinta. Setidaknya aku pernah menemuimu walau sebentar.















....

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin
....
(Soe Hok Gie)

Mandalawangi adalah alasan utama saya mendaki Gunung Gede - Pangrango. Bukan Cibodas dengan hangatnya warung Mang Idi, bukan Cibereum dengan deras air terjunnya, bukan Kandang badak dengan kehangatan malamnya, bukan pula Surya Kencana dengan keindahannya yang sering dielu-elukan para pendaki. Aku untuk Mandalawangi. Sore itu saya begitu bersyukur. Terima kasih, Tuhan.















Matahari telah sempurna kembali ke peraduannya ketika kami bertiga perlahan beranjak meninggalkan Mandalawangi. Kembali ke Kandang Badak karena di sana dua orang teman menunggu kami untuk bergabung dengan mereka. Percayalah, pertemuan singkat ini begitu berarti.

Sepi telah menjeratku di antara akar-akar yang garang
Membayangiku dengan ketakutan dan keraguan
Hanya ada teman
Serta TUHAN
Yang menjadikan malam menjadi nyaman
Dan Ia telah memberikan senyuman
Lewat selirit bulan sabit yang dijadikan-Nya terang
(Gunung Pangrango 27 Juli '09)